Setelah prolamasi kemerdekaan, Hasan Basry aktif dalam
organisasi pemuda Kalimantan yang berpusat di Surabaya. Di Haruyan pada tanggal
5 Mei 1946 para pejuang mendirikan Lasykar Syaifullah. Karena itu Hassan Basry
mereorganisir anggota yang tersisa dengan membentuk , Benteng Indonesia.
Ia
menempatkan markasnya di Haruyan. Perkembangan politik di tingkat pemerintah
pusat di Jawa menyebabkan posisi Hasan Basry dan pasukannya menjadi sulit.
Perjuangan Hassan Basry di Kalimantan Selatan selalu merepotkan pertahanan
Belanda pada masa itu dengan puncaknya berhasil memproklamasikan kedudukan
Kalimantan sebagai bagian dari Republik Indonesia yang dikenal dengan
Proklamasi 17 Mei 1949. Sekembalinya ke tanah air, pada tahun 1956, Hassan
Basry di lantik sebagai Komandan Resimen Infanteri 21/Komandan Territorial VI
Kalsel. Dan pada tahun 1959, ditunjuk sebagai Panglima Daerah Militer X Lambung
Mangkurat. Pada tanggal 17 Mei 1961, bertepatan peringatan Proklamasi
Kalimantan, sebanyak 11 organisasi politik dan militer menetapkan Hassan Basry
sebagai Bapak Gerilya Kalimantan. Pada 1960 – 1966, Hassan Basry menjadi
anggota MPRS. Pada 1978 – 1982, Hassan Basry menjadi anggota DPR. Hassan Basry
meninggal pada tanggal 15 Juli 1984 setelah sakit dan dirawat di RSPAD Gatot
Subroto Jakarta. beliau dimakamkan di Liang Anggang Banjarbaru Kalimantan
Selatan.
Semoga Bermanfaat,,,,,,,,,
BalasHapusterima kasih atas informasinya :)
BalasHapus